UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
SOAL
1.
a. Apa yang dimaksud dengan didaktik dan metodik
b. metodik itu dibagi menjadi dua sebutkan
dan apa perbedaannya.
c. dalam didaktik & metodik ada istilah
sistematis & metodis coba anda jelaskan.
2.
a. Dalam mengajar atletik di tingkat SD, SMP,
SMA seorang guru harus memahami beberapa ANALOGI mengajar, coba paparkan dan
jelaskan.
b. dalam persiapan mengajar atletik guru
harus memahami kurikulum, silabus, RPP, bahan ajar, media, dan instrumen
penilaian, coba anda jelaskan hal tersebut.
3.
Atletik merupakan salah satu cabor tertua dan
merupakan ibu dari seluruh cabor, apa alasannya.
4.
Coba anda deskripsikan contoh mengajar cabor
atletik dengan sistematis dan metodis (sesuai dengan kelompok ) dimulai dari :
pendahuluan, inti, penutup, yang berorientasi pada kurikulum 2013.
5.
Buat gambar dan jelaskan sector lapangan dan
lengkap dengan peraturannya (minimal 5)
·
Lompat jauh
·
Lompat jangkit
·
Lompat tinggi
·
Tolak peluru
·
Lempar lembing
JAWABAN
1.
a. Apa itu Didaktik?
Didaktik berasal dari bahasa Yunani didasko yang asal katanya adlah
didaskein atau pengajaran yang berari perbuatan atau aktivitas yang menyebabkan
timbulnya kegiatan dan kecakapan baru pada orang lain. Didaktus berarti
pandai mengajar, sedang didaktika berarti saya mengajar.
Apa itu Metodik ?
Metodik yang berasal dari bahasa Yunani yaitu metodos yang berarti
mengajar, menyeldidiki, cara melakukan sesuatu, prosedur.
Sumber :
Team
Didaktik Metodik Kurikulum IKIP-Surabaya
CV.
Rajawali, Jakarta (1981)
b. 1.Metodik
Umum yaitu pengetahuan yang membahas cara-cara mengajarkan sesuatu jenis mata
pelajaran tertentu secara umum artinya hanya secara garis besar jalan pelajaran
beserta kesulitan-kesulitan pada suatu mata pelajaran tertentu.
2.Metodik Khusus adalah pengetahuan
yang membentangkan cara-cara mengajarkan sesuatu jenis pelajaran tertentu
secaea mendetail artinya diuraikan sampai kepada bagian-bagian yang
sekecil-kecilnya.
Sumber :
Team
Didaktik Metodik Kurikulum IKIP-Surabaya
CV.
Rajawali, Jakarta (1981)
c.
Metodis dapat berarti Metode-metode yang digunakan untuk mencari kebenaran dalam upayanya mengurangi
kemungkinan penyimpangan, yang secara umum dikenal sebagai metode ilmiah.
Berasal dari bahasa Yunani metodos dari kata hodos yang berarti: cara dan
jalan. Pengetahuan yang didapatkan secara metodis merupakan syarat ilmu yang
kedua.
Sistematis adalah segala usaha untuk meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya 1.
Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
Sistematis adalah segala usaha untuk meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya 1.
Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
http:// id.wikipedia.org/wiki
2.
a. Dalam
mengajar atletik di tingkat SD, SMP, SMA seorang guru harus memahami beberapa
ANALOGI mengajar, coba paparkan dan jelaskan.
Defenisi lain yang di maksud dengan analogi adalah
suatu proses penalaran dengan menggunakan perbandingan dua hal yang berbeda
dengan cara melihat persamaan dari dua hal yang di perbandingkan tersebut
sehingga dapat digunakan untuk memperjelas suatu konsep.
Jadi,mengajar
dengan konsep ANALOGI itu adalah perbandingan. Menurut saya ketika guru
mengajar suatu materi,pada diri siswa selalu berbeda. Pada pandangan seorang
guru harus membedakan beberapa siswa dengan siswa yang lainnya dengan melihat
persamaan, dan melihat kelebihan dan kekurangan siswa tersebut untuk
memperjelas suatu konsep.
b. dari semua itu, sebagai guru
harus kita kuasi sebab dalam mengajar harus mempunyai patokan untuk mengajar,
agar ketika mengajar berjalan dengan lancar dan efisien. Dan juga waktu yang
ditentukan untuk mengajar tepat tidak lebih dan tidak kurang.
3.
Atletik yang terdiri dari jalan, lari, lompat
dan lempar dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua usianya dan
disebut juga sebagai”ibu atau induk” dari semua cabang olahraga dan sering juga
disebut sebagai juga sebagai Mother of Sports. Alasannya karena gerakan atletik
sudah tercermin pada kehidupan manusia purba, Mengingat jalan, lari, lompat dan
lempar secara tidak sadar sudah mereka lakukan dalam usaha mempertahankan dan
mengembangkan hidupnya, bahkan mereka menggunakannya untuk menyelamatkan diri
dari gangguan alam sekitarnya.
Alasan Olahraga atletik tertua adalah
atletik terdapat di jaman Yunani yang dipopulerkan oleh Iccus dan Herodicus
pada abad IV.Humeros adalah seorang ahli pujangga Yunani yang mencatat sejarah
atletik pertama di dunia, salah satu catatan yang menjadi pegangan adalah
olahraga atletik sudah dilakukan oleh semua orang pada zaman purba sekitar 100
tahun sebelum masehi.
4.
|
KEGIATAN
|
DISKRIPSI
|
WAKTU
|
|
Pendahuluan
|
·
Berbaris
berdoa, presensi,dan apersepsi
·
Memberikan
motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
|
20
menit
|
|
Inti
|
·
Berpasangan,
menggendong/ meng’ais pasangannya dan berjalan dengan jarak 5-7 meter dan
bergantian.
·
Membuat game yang
berkaitan dengan tolak peluru :
Dibagi rata menjadi 2 tim, tim A dan tim B,
diperlukan bola futsal dan pembatas (cornnes). Cara bermainnya, dalam sebuah
lapangan persegi panjang dan di tengah terdapat garis pembatas tim, pemain
bermain dengan menggunakan tangan dan melemparkan bola ke arah kaki lawan.
Barang siapa yang mengenai kaki, orang tersebut diam di belakang garis lawan, dan orang yang diam di
belakang garis lawan bisa menerima bola dari orang yang belum mengenai
kakinya dengan cara memberikan bola .
·
Guru
mendemonstrasikan cara memegang tolak peluru
·
Peserta didik
mengamati gerakan yang dilakukan guru
·
Pserta didik
diberi kesempatan untuk bertanya tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh
guru
·
Peserta didik diberi
kesempatan untuk mendemonstrasikan gerakan tolak peluru
·
Guru
mendemonstrasikan gerakan lanjutan tolak peluru (awalan,tolakan, lepasnya
peluru)
·
Peserta didik
mengamati gerakan yang didemonstrasikan guru
·
Peserta didik
mendemonstrasikan gerakan lanjutan tolak peluru
·
Peserta didik
diberi kesempatan bertanya
|
50
menit
|
|
Penutup
|
·
Melakukan
pendinginan
·
Berdoa setelah
melakukan pembelajaran
|
20
menit
|
5.
A.Lompat jauh

Peraturan
Lompat Jauh
1) Lintasan awalan lompat jauh lebar minimum 1,22 m
dan panjang 45 m.
2) Panjang papan tolakan 1,22 m : lebar 20 cm dan
tebal 10 cm.
3) Pada sisi dekat dengan tempat mendarat harus
diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat
salah tolak sekurang-kurangnya 1 meter dari tepi dengan bak pasir
pendaratan.
4) Lebar tempat pendaratan minimum 2,5 jarak antara
garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.
5) Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus
sama tinggi/datar dengan sisi atas papan tolakan.
6) Bila peserta perlombaan dari 8 orang, setiap
peserta diperbolehkan melompat 3 kali giliran dan 8 pelompat dengan lompatan
terbaik, dapat melompat 3 kali lagi untuk menentukan pemenang. Bila peserta
hanya orang atau kurang, semua peserta harus melompati 6 kali giliran.
Semua lompatan diukur dan titik bebas terdekat di bak psir/pendaratan yang
dibuat oleh etiap bagian badan ke garis tolakan dalam posisis siku-siku
terhadap garis tolakan tersebut. Peserta diberi waktu (1 giliran) lompat hanya
selama 1,5 menit. Lompatan yang sama (tie) ditentukan dengan meilhat hasil
lompatan terbaik ke dua, bila masih sama (tie) dilihat lompatan terbaik ke
tiga, bila masih sama (tie) dilihat lompatan terbaik ke empat dan seterusnya,
sampai diketahui pemenangnya.
7) Diskualifikasi
- dipanggil 3 menit belum
melompat.
- setelah melompat, kembali ke arah awalan.
- Menumpu dengan 2 kaki.
- mendarat diluar bak lompat
b.lompat jangkit

Peraturan lompat jangkit
• Menurut peraturan dalam lompat
jangkit ini, si pelompat harus mendarat dengan kaki yang sama dengan kaki yang
digunakan untuk take off pada fase pertama (hop = lompatan dengan
satu kaki), dengan kaki yang
berlawanan dari kaki yang digunakan take off pada fase kedua (step) dan dengan
kedua kaki pada fase terakhir (jump).
• Jarak lompatan sama sekali
tergantung pada pembagian kecepatan Horizontal dalam setiap fase dari ketiga
jenis lompatan tadi.
• Semua ini membutuhkan pembagian
distribusi yang proporsional dari momentum, pendaratan yang memenuhi syarat dan
sudut take off dari setiap fase.
• Jangan menekankan pada satu fase
saja, sehingga Menimbulkan kekacauan bagi seluruh lompatan.
• Tidak ada perbandingan ratio yang persis antara jarak hop, step dan jump. Jarak ini sangat bervariasi sekali, karena Tergantung pada kecepatan atlet, tenaga kaki, kelenturan otot dan sebagainya.
• Untuk seorang pemula ratio perbandingan 10:7:10 cukup memadai.
• Pelompat yang sudah cukup terlatih, dianjurkan untuk mengambil perbandingan 7:6:7 (35% hop – 30% Step – 35% jump).
• Ini dapat dicapai dengan lompatan rendah untuk hop, diikuti step yang dangkal dan jump yang sedikit lebih tinggi.
• Untuk menjaga agar kecepatan tetap stabil , hendaknya landing dan sudut take off sama dalam setiap fase, terutama pada hop dan step.
• Sudut take off yang cukup rendah (relatif) sangat penting sekali dalam membantu menjaga kecepatan horisontal. Sudut landing yang tajam mencegah gerakan ke depan yang unik.
• Gerakan landing yang baik dapat dibantu dengan Cara menggerakan kaki yang memimpin ke belakang dan ke bawah, sehingga terjadi landing yang aktif.
Untuk tujuan melatih atlet, alangkah baiknya, jika ketiga lompatan dalam lompat jangkit ini dibagi dalam beberapa tahap. Yaitu, latihan lari, latihan hop, step dan jump.
• Tidak ada perbandingan ratio yang persis antara jarak hop, step dan jump. Jarak ini sangat bervariasi sekali, karena Tergantung pada kecepatan atlet, tenaga kaki, kelenturan otot dan sebagainya.
• Untuk seorang pemula ratio perbandingan 10:7:10 cukup memadai.
• Pelompat yang sudah cukup terlatih, dianjurkan untuk mengambil perbandingan 7:6:7 (35% hop – 30% Step – 35% jump).
• Ini dapat dicapai dengan lompatan rendah untuk hop, diikuti step yang dangkal dan jump yang sedikit lebih tinggi.
• Untuk menjaga agar kecepatan tetap stabil , hendaknya landing dan sudut take off sama dalam setiap fase, terutama pada hop dan step.
• Sudut take off yang cukup rendah (relatif) sangat penting sekali dalam membantu menjaga kecepatan horisontal. Sudut landing yang tajam mencegah gerakan ke depan yang unik.
• Gerakan landing yang baik dapat dibantu dengan Cara menggerakan kaki yang memimpin ke belakang dan ke bawah, sehingga terjadi landing yang aktif.
Untuk tujuan melatih atlet, alangkah baiknya, jika ketiga lompatan dalam lompat jangkit ini dibagi dalam beberapa tahap. Yaitu, latihan lari, latihan hop, step dan jump.
c.. lompat tinggi

Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi
1) Mistar Lompat
Mistar dapat dibuat dari metal
atau kayu, berbentuk bulat atau segitiga dengan diameter minimum 25 mm dan
maksimum 30 mm, dengan permukaan yang datar/rata pada kedua ujung yang berguna
untuk meletakkan pada papan penopang. Panjang mistar minimal 3.64 m dan
maksimal 4.00 m, berat maksimal 2.2 kg.
2) Lintasan Awalan dan Tempat Tolakan Kaki
Panjang awalan tidak terbtas,
dengan panjang minimal 5 m.
3) Tiang Lompat
Untuk lompat tinggi semua tiang
dapat dipakai asalkan kokoh, cukup tinggi, mudah memasang/menaikkan mistar
dengan 5 cm atau 10 cm.
4) Tempat Mendarat
Tempat mendarat minimal 4 x 5 m, dapat
ditutup dengan matras lompat atau karet busa pengalas lompatan.
5) Peraturan Lain
Sebelum perombaandimulai, juri akan
mengummkan tinggi mistar pertama dan kenaikan mistar. seorang pelompat boleh
memulai melompat pada ketinggian mistar yang diinginkan di atas tinggi mistar
minimal/pertama. Tiga kegagalan lompatan berturut-turut, si pelompat tidak
berhak meneruskan perlombaan lagi. Tolakan kaki pada lompat tinggi harus
dilakukan oleh satu kaki.
6) Peserta
Peserta dapat berlomba tanpa atau
memakai spikes dengan sol yang tidak boleh tebal lebih dari 13 mm. Giliran
pelompat diberikan 1,5 menit setiap lompatan . Bila tejadi lompatan yang sama
(tie), peserta dengan lompatan terkecil pada ketinggian dimana tie terjadi, dia
pemenangya. Bila tie ini masih sama, peserta dengan jumlah yang gagal terkecil
dari perlombaan, dia yang menang. Bila masih sama peserta yang jumlah
lompatannya terkecil dari seluruh perlombaan dia menang. Bila masih sama dan
ini berkenan dengan penentuan 1 juara, harus bertanding lagi (jump off). Setiap
peserta yang terlibat tie untuk menentukan diberi hak melompat satu kali lagi
pada ketinggian yang ia gagal. Dan bila tidak ada keputusan, mistar akan
diturunkan setiap 1 cm setiap lompatan, sampai tie ini dapat dipecahkan.
4. TOLAK PELURU

perattran
Berat peluru untuk putera: 7,26 kg
Berat peluru untuk puteri : 4 kg
(gambar)
Peraturan tolak peluru:
Peserta
tolak peluru dinyatakan gagal dalam melakukan tolakan apabila:
(1) Menyentuh balok batas sebelah atas.
(2) Menyentuh tanah di luar lingkaran.
(3) Keluar masuk lingkaran dari muka
garis tengah.
(4) Peluru jatuh di luar sector
lingkaran.
(5) Keluar lingkaran tidak dengan
berjalan tenang.
(6) Peluru diletakkan di muka dada atau
belakang kepala.
(7) Dipanggil sudah 2 menit belum
melempar.
(8) Peserta gagal melempar sudah 3 kali
lemparan.
e.lempr lmbing

peraturan
Ukuran lapangan lempar lembing:Lebar awalan: 4 meter
Panjang awalan: 40 meter
Lebar garis lurus sebelah kanan dan kiri garis lempar: 1,5 meter
Lebar garis lempar: 7 meter.
Alat yang digunakan dalam lempar lembing:
a. lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam
b. untuk putri: panjangnya 2 meter dan beratnya 600 gram
c. untuk putra: panjannya 2,60 meter dan beratnya 800 meter.
Cara memegang lembing ada 3 macam, yaitu:
a. dipegang di atas bahu, ujung lembing ke atas
b. dipegang di depan dada, ujung lembing ke bawah
c. dipegang ke belakang, menempel pada tangan kanan yang diluruskan.
Peraturan-peraturan dalam melakukan lempar lembing:
a. setiap pelempar mempunyai hak melempar 3 kali
b. melempar harus dengan satu tangan.
Diskualifikasi atau lemparan dianggap tidak sah apabila:
a. lembing tidak dipegang pada pembalutnya
b. dipanggil sudah dua menit, belum melempar
c. menyentuh besi batas lemparan sebelah atas
d. menyentuh tanah di luar besi lingkaran
e. setelah melempar keluar lewat garis lempar
f. lembing jatuh di luar sektor lemparan
g. ujung lembing tidak membekas pada tanah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar