Kamis, 27 Maret 2014

soal atletik



                                                UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
SOAL
1.       a. Apa yang dimaksud dengan didaktik dan metodik
b. metodik itu dibagi menjadi dua sebutkan dan apa perbedaannya.
c. dalam didaktik & metodik ada istilah sistematis & metodis coba anda jelaskan.

2.       a. Dalam mengajar atletik di tingkat SD, SMP, SMA seorang guru harus memahami beberapa ANALOGI mengajar, coba paparkan dan jelaskan.
b. dalam persiapan mengajar atletik guru harus memahami kurikulum, silabus, RPP, bahan ajar, media, dan instrumen penilaian, coba anda jelaskan hal tersebut.

3.       Atletik merupakan salah satu cabor tertua dan merupakan ibu dari seluruh cabor, apa alasannya.

4.       Coba anda deskripsikan contoh mengajar cabor atletik dengan sistematis dan metodis (sesuai dengan kelompok ) dimulai dari : pendahuluan, inti, penutup, yang berorientasi pada kurikulum 2013.

5.       Buat gambar dan jelaskan sector lapangan dan lengkap dengan peraturannya (minimal 5)

·         Lompat jauh
·         Lompat jangkit
·         Lompat tinggi
·         Tolak peluru
·         Lempar lembing

















                                                                                JAWABAN

1.       a. Apa itu Didaktik?
    Didaktik berasal dari bahasa Yunani didasko yang asal katanya adlah didaskein atau pengajaran yang berari perbuatan atau aktivitas yang menyebabkan timbulnya kegiatan dan kecakapan baru pada orang lain. Didaktus berarti pandai mengajar, sedang didaktika berarti saya mengajar.

                 Apa itu Metodik ?
    Metodik yang berasal dari bahasa Yunani yaitu  metodos yang berarti mengajar, menyeldidiki, cara melakukan sesuatu, prosedur.

Sumber :
Team Didaktik Metodik Kurikulum IKIP-Surabaya
CV. Rajawali, Jakarta (1981)

b.         1.Metodik Umum yaitu pengetahuan yang membahas cara-cara mengajarkan sesuatu jenis mata pelajaran tertentu secara umum artinya hanya secara garis besar jalan pelajaran beserta kesulitan-kesulitan pada suatu mata pelajaran tertentu.
2.Metodik Khusus adalah pengetahuan yang membentangkan cara-cara mengajarkan sesuatu jenis pelajaran tertentu secaea mendetail artinya diuraikan sampai kepada bagian-bagian yang sekecil-kecilnya.
Sumber :
Team Didaktik Metodik Kurikulum IKIP-Surabaya
CV. Rajawali, Jakarta (1981)

c. Metodis dapat berarti Metode-metode yang digunakan untuk mencari  kebenaran dalam upayanya mengurangi kemungkinan penyimpangan, yang secara umum dikenal sebagai metode ilmiah. Berasal dari bahasa Yunani metodos dari kata hodos yang berarti: cara dan jalan. Pengetahuan yang didapatkan secara metodis merupakan syarat ilmu yang kedua.

Sistematis adalah segala usaha untuk meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya 1.
Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat  merupakan syarat ilmu yang ketiga.
http:// id.wikipedia.org/wiki


2.       a.  Dalam mengajar atletik di tingkat SD, SMP, SMA seorang guru harus memahami beberapa ANALOGI mengajar, coba paparkan dan jelaskan.
Defenisi lain  yang di maksud dengan analogi adalah suatu proses penalaran dengan menggunakan perbandingan dua hal yang berbeda dengan cara melihat persamaan dari dua hal yang di perbandingkan tersebut sehingga dapat digunakan untuk memperjelas suatu konsep.
                Jadi,mengajar dengan konsep ANALOGI itu  adalah perbandingan. Menurut saya ketika guru mengajar suatu materi,pada diri siswa selalu berbeda. Pada pandangan seorang guru harus membedakan beberapa siswa dengan siswa yang lainnya dengan melihat persamaan, dan melihat kelebihan dan kekurangan siswa tersebut untuk memperjelas suatu konsep.
b. dari semua itu, sebagai guru harus kita kuasi sebab dalam mengajar harus mempunyai patokan untuk mengajar, agar ketika mengajar berjalan dengan lancar dan efisien. Dan juga waktu yang ditentukan untuk mengajar tepat tidak lebih dan tidak kurang.
3.       Atletik yang terdiri dari jalan, lari, lompat dan lempar dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua usianya dan disebut juga sebagai”ibu atau induk” dari semua cabang olahraga dan sering juga disebut sebagai juga sebagai Mother of Sports. Alasannya karena gerakan atletik sudah tercermin pada kehidupan manusia purba, Mengingat jalan, lari, lompat dan lempar secara tidak sadar sudah mereka lakukan dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan hidupnya, bahkan mereka menggunakannya untuk menyelamatkan diri dari gangguan alam sekitarnya.
Alasan Olahraga atletik tertua adalah atletik terdapat di jaman Yunani yang dipopulerkan oleh Iccus dan Herodicus pada abad IV.Humeros adalah seorang ahli pujangga Yunani yang mencatat sejarah atletik pertama di dunia, salah satu catatan yang menjadi pegangan adalah olahraga atletik sudah dilakukan oleh semua orang pada zaman purba sekitar 100 tahun sebelum masehi.

4.       
KEGIATAN
DISKRIPSI
WAKTU
Pendahuluan
·         Berbaris berdoa, presensi,dan apersepsi
·         Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
20 menit
Inti
·         Berpasangan, menggendong/ meng’ais pasangannya dan berjalan dengan jarak 5-7 meter dan bergantian.
·         Membuat game yang berkaitan dengan tolak peluru :
Dibagi rata menjadi 2 tim, tim A dan tim B, diperlukan bola futsal dan pembatas (cornnes). Cara bermainnya, dalam sebuah lapangan persegi panjang dan di tengah terdapat garis pembatas tim, pemain bermain dengan menggunakan tangan dan melemparkan bola ke arah kaki lawan. Barang siapa yang mengenai kaki, orang tersebut diam di belakang  garis lawan, dan orang yang diam di belakang garis lawan bisa menerima bola dari orang yang belum mengenai kakinya dengan cara memberikan bola .

·         Guru mendemonstrasikan cara memegang tolak peluru
·         Peserta didik mengamati gerakan yang dilakukan guru
·         Pserta didik diberi kesempatan untuk bertanya tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh guru
·         Peserta didik diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan gerakan tolak peluru
·         Guru mendemonstrasikan gerakan lanjutan tolak peluru (awalan,tolakan, lepasnya peluru)
·         Peserta didik mengamati gerakan yang didemonstrasikan guru
·         Peserta didik mendemonstrasikan gerakan lanjutan tolak peluru
·         Peserta didik diberi kesempatan bertanya
50 menit
Penutup
·         Melakukan pendinginan
·         Berdoa setelah melakukan pembelajaran
20 menit







5.       A.Lompat jauh


 Peraturan Lompat Jauh
1) Lintasan awalan lompat jauh lebar minimum 1,22 m dan panjang 45 m.
 
2) Panjang papan tolakan 1,22 m : lebar 20 cm dan tebal 10 cm.

3) Pada sisi dekat dengan tempat mendarat harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat salah tolak sekurang-kurangnya 1 meter dari tepi dengan bak pasir pendaratan. 

4) Lebar tempat pendaratan minimum 2,5 jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m.

5) Permukaan pasir di dalam tempat pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi atas papan tolakan. 

6) Bila peserta perlombaan dari 8 orang, setiap peserta diperbolehkan melompat 3 kali giliran dan 8 pelompat dengan lompatan terbaik, dapat melompat 3 kali lagi untuk menentukan pemenang. Bila peserta hanya  orang atau kurang, semua peserta harus melompati 6 kali giliran. Semua lompatan diukur dan titik bebas terdekat di bak psir/pendaratan yang dibuat oleh etiap bagian badan ke garis tolakan dalam posisis siku-siku terhadap garis tolakan tersebut. Peserta diberi waktu (1 giliran) lompat hanya selama 1,5 menit. Lompatan yang sama (tie) ditentukan dengan meilhat hasil lompatan terbaik ke dua, bila masih sama (tie) dilihat lompatan terbaik ke tiga, bila masih sama (tie) dilihat lompatan terbaik ke empat dan seterusnya, sampai diketahui pemenangnya.

7) Diskualifikasi 
- dipanggil 3 menit belum melompat.             - setelah melompat, kembali ke arah awalan.
- Menumpu dengan 2 kaki.                  - mendarat diluar bak lompat

b.lompat jangkit
Peraturan lompat jangkit
• Menurut peraturan dalam lompat jangkit ini, si pelompat harus mendarat dengan kaki yang sama dengan kaki yang digunakan untuk take off pada fase pertama (hop = lompatan dengan
satu kaki), dengan kaki yang berlawanan dari kaki yang digunakan take off pada fase kedua (step) dan dengan kedua kaki pada fase terakhir (jump).
• Jarak lompatan sama sekali tergantung pada pembagian kecepatan Horizontal dalam setiap fase dari ketiga jenis lompatan tadi.
• Semua ini membutuhkan pembagian distribusi yang proporsional dari momentum, pendaratan yang memenuhi syarat dan sudut take off dari setiap fase.
• Jangan menekankan pada satu fase saja, sehingga Menimbulkan kekacauan bagi seluruh lompatan.
• Tidak ada perbandingan ratio yang persis antara jarak hop, step dan jump. Jarak ini sangat bervariasi sekali, karena Tergantung pada kecepatan atlet, tenaga kaki, kelenturan otot dan sebagainya.
• Untuk seorang pemula ratio perbandingan 10:7:10 cukup memadai.
• Pelompat yang sudah cukup terlatih, dianjurkan untuk mengambil perbandingan 7:6:7 (35% hop – 30% Step – 35% jump).
• Ini dapat dicapai dengan lompatan rendah untuk hop, diikuti step yang dangkal dan jump yang sedikit lebih tinggi.
• Untuk menjaga agar kecepatan tetap stabil , hendaknya landing dan sudut take off sama dalam setiap fase, terutama pada hop dan step.
• Sudut take off yang cukup rendah (relatif) sangat penting sekali dalam membantu menjaga kecepatan horisontal. Sudut landing yang tajam mencegah gerakan ke depan yang unik.
• Gerakan landing yang baik dapat dibantu dengan Cara menggerakan kaki yang memimpin ke belakang dan ke bawah, sehingga terjadi landing yang aktif.
Untuk tujuan melatih atlet, alangkah baiknya, jika ketiga lompatan dalam lompat jangkit ini dibagi dalam beberapa tahap. Yaitu, latihan lari, latihan hop, step dan jump.


               
c.. lompat tinggi

Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi
1) Mistar Lompat 
     Mistar dapat dibuat dari metal atau kayu, berbentuk bulat atau segitiga dengan diameter minimum 25 mm dan maksimum 30 mm, dengan permukaan yang datar/rata pada kedua ujung yang berguna untuk meletakkan pada papan penopang. Panjang mistar minimal 3.64 m dan maksimal 4.00 m, berat maksimal 2.2 kg.

2) Lintasan Awalan dan Tempat Tolakan Kaki
     Panjang awalan tidak terbtas, dengan panjang minimal 5 m.

3) Tiang Lompat
     Untuk lompat tinggi semua tiang dapat dipakai asalkan kokoh, cukup tinggi, mudah memasang/menaikkan mistar dengan 5 cm atau 10 cm.

4) Tempat Mendarat
   Tempat mendarat minimal 4 x 5 m, dapat ditutup dengan matras lompat atau karet busa pengalas lompatan.

5) Peraturan Lain 
    Sebelum perombaandimulai, juri akan mengummkan tinggi mistar pertama dan kenaikan mistar. seorang pelompat boleh memulai melompat pada ketinggian mistar yang diinginkan di atas tinggi mistar minimal/pertama. Tiga kegagalan lompatan berturut-turut, si pelompat tidak berhak meneruskan perlombaan lagi. Tolakan kaki pada lompat tinggi harus dilakukan oleh satu kaki.

6) Peserta
    Peserta dapat berlomba tanpa atau memakai spikes dengan sol yang tidak boleh tebal lebih dari 13 mm. Giliran pelompat diberikan 1,5 menit setiap lompatan . Bila tejadi lompatan yang sama (tie), peserta dengan lompatan terkecil pada ketinggian dimana tie terjadi, dia pemenangya. Bila tie ini masih sama, peserta dengan jumlah yang gagal terkecil dari perlombaan, dia yang menang. Bila masih sama peserta yang jumlah lompatannya terkecil dari seluruh perlombaan dia menang. Bila masih sama dan ini berkenan dengan penentuan 1 juara, harus bertanding lagi (jump off). Setiap peserta yang terlibat tie untuk menentukan diberi hak melompat satu kali lagi pada ketinggian yang ia gagal. Dan bila tidak ada keputusan, mistar akan diturunkan setiap 1 cm setiap lompatan, sampai tie ini dapat dipecahkan.  







4. TOLAK PELURU
TolakPeluru.jpg
perattran
Berat peluru untuk putera:  7,26 kg
Berat peluru untuk puteri :  4 kg

(gambar)
Peraturan tolak peluru:
Peserta tolak peluru dinyatakan gagal dalam melakukan tolakan apabila:
(1)      Menyentuh balok batas sebelah atas.
(2)      Menyentuh tanah di luar lingkaran.
(3)      Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah.
(4)      Peluru jatuh di luar sector lingkaran.
(5)      Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang.
(6)      Peluru diletakkan di muka dada atau belakang kepala.
(7)      Dipanggil sudah 2 menit belum melempar.
(8)      Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan. 



e.lempr lmbing
lmbing.jpg

peraturan
Ukuran lapangan lempar lembing:
Lebar awalan: 4 meter
Panjang awalan: 40 meter
Lebar garis lurus sebelah kanan dan kiri garis lempar: 1,5 meter
Lebar garis lempar: 7 meter.
Alat yang digunakan dalam lempar lembing:
a.    lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam
b.    untuk putri: panjangnya 2 meter dan beratnya 600 gram
c.    untuk putra: panjannya 2,60 meter dan beratnya 800 meter.
Cara memegang lembing ada 3 macam, yaitu:
a.    dipegang di atas bahu, ujung lembing ke atas
b.    dipegang di depan dada, ujung lembing ke bawah
c.    dipegang ke belakang, menempel pada tangan kanan yang diluruskan.
Peraturan-peraturan dalam melakukan lempar lembing:
a.    setiap pelempar mempunyai hak melempar 3 kali
b.    melempar harus dengan satu tangan.
Diskualifikasi atau lemparan dianggap tidak sah apabila:
a.    lembing tidak dipegang pada pembalutnya
b.    dipanggil sudah dua menit, belum melempar
c.    menyentuh besi batas lemparan sebelah atas
d.    menyentuh tanah di luar besi lingkaran
e.    setelah melempar keluar lewat garis lempar
f.    lembing jatuh di luar sektor lemparan
g.    ujung lembing tidak membekas pada tanah