C. ANALISIS BIOMEKANIKA PADA GERAKAN MENENDANG
BOLA DALAM SEPAKBOLA.
1. Analisa secara anatomi
Anallsa secara anatomi berarti membahas tentang gerakan tubuh manusia yang meliputi otot-otot dan persendian serta tulang-tulang. Dalam menendang anggota tubuh yang menjadi penggeran utama adalah anggota gerak bagian bawah yaitu tungkai. Sedangkan gerakan tangan hanya berayun untuk menjaga keseimbangan dan keserasian gerak. Akan tetapi tetap saja berkontraksi, terus hingga pada saat menapakkan kaki kiri tangan kiri diangkat seenaknya ke depan sedikit dengan ketiak terbuka dan tangan kanan berada di belakang.
Pada saar ancang-ancang, persendian bergerak dimulai dari fleksi dari persendian lutut dan panggul serta angkel kaki kanan yang terangkat ke atas. Sedangkan pada saat melurus di kaki kiri terjadi eketensi panggul, lutut dan engkel yang memberikan tolakan. Demikian seterusnya hingga pergantian langkah kaki.
Ketikan kaki kiri berhenti, maka akan terjadi penahanan berat badan pada kaki kiri, yang didukung oleh otot-otot hamstrings, quadriceps, gluteus dan gastronocmeus. Berat badan akan ditanggung seluruhnya oleh kaki kiri. Kaki kiri dalan menahan berat badan sedikit dibengkokkan agar mendapatkan jangkauan kaki kanan pada bola. Sehingga perkenaannya sesuai dengan yang diinginkan. Pandangan sebelun tendangan dikonsentrasikan ke bola sedangkan ketika hampir menyetuh bola lihatlah sasaran yang akan dituju.
Pada saat menendang bola dengan kaki kanan maka poros pertama persendian terdapat pada sendi pinggul. Lutut sedikit fleksi yang digerakkan oleh kelompok otot-otot hamstring yang juga ikut mengambl ancang-ancang dan sendi engkel lurus ekstensi yang dikontraksikan oleh otot-otot betis. Pada saat pergerakan menarik kaki tendang dari belakang yang bertugas adalah otot illiacus, anterior sup. Illi spine, tensor fasciae latae atau kelomponk quadricep extensor bagian froximal. Sedangkan saat ekestensi lutut digerakkan oleh rectus femoris, vastus medialis, vastus rateralis atau kelompok quadricep bagian distal.
Pada saat gerakan follow trough, otot-otot rileks dan menapakkan kaki seenaknya sebagai gerakan lanjutan untuk menghindari resiko cidera.
2. Kinematika Angular
Dalam melaksanakan tendangan bola dalam sepak bola akan kita jumpai perpindahan badan dari satu posisi ke posisi lain dimana terdapat perubahan kecepatan yang diwujutkan pada langkahan kaki. Kinematika angular kita jumpai pada sendi bahu yang menayunkan lengan seenaknya dan persendian pada panggul saat mengangkat kaki kedepan dan pada sendi lutut pada saat melangkahkan kaki untuk mendapatkan jangkauan kaki ke depan.
Pada gerakan ini rotasi pada sendi pinggul dapat mencapai satu putaran penuh (3600) dari mulai lepasnya kaku belakang dari tanah kemudian diayun keatas sehingga terjadi fleksi pada lutut, ayunan ke depan hingga sampai ke belakang kembali.
Ancan-ancangan ina bertujuan untuk memperoleh kecepatan saat berlari hingga tiba di sisi bola yang dapat memberikan dukungan terhadap kekuatan.
Ayunan pada sendi elbow tidak memiliki sumbangan yang begitu baik untuk mendapatkan kekuatan tendangan hanya saja mengatur kestabilan tubuh.
3. Kinematika Linier
Rentang kaki tendang yang dimulai dari belakang hingga benturan dengan bola atau hiperekstensi, jika ditarik sudut yang berporos pada sendi pinggul sekitan 450, kemudian rentang sudut dari poros fleksi lutut mencapai 900. Sehingga jika digabungkan rentangan secara keseluruhan mencapai 1350. Perkenaan kaki dengan bola merupakan ajang terpenting menghasilkan kekuatan. Disini terdapat perpanjangan ruang gerak kaki yang dimulai dari persendian pinggul ang dilanjutkan dengan persendian lutut. Tentunya dengan ruang gerak inilah yang akan membangkitkan kecepatan pergerakan kaki dan akan dapat lebih meudah memperolah kekuatan kontraksi ototnya. Perpaduan kecepatan dan kekuatan inilah yang biasa disebut dengan power. Dengan demikian pulalah bahwa menendang bola dibutuhkan power otot-otot tungkai.
Kemampuan kaki belakang akan dapat membentuk sudut yang lebih besar, jika kelentikan pada sendi pinggul cukup besar. Tangan ddalam hal ini hanya menjaga keseimbangan, dimana lengan kiri terangkat hingga sejajar dengan nahu yang merupakan kerja dari otot deltoid dan persendian glenohumeral. Tangan kanan kelihatan akan kebelakang sebagai upaya menjaga keserasian gerak dan koordinasi.
4. Kinetika Angular
Pada saat menendang bola akan kita jumpai poros persendian yang memungkinkan terjadi pada kinetika angular. Jalannya bola tergantung gaya yang diberikan oleh tekanan kaki. Kuat tidaknya tergantung pada gaya yang diberikan oleh kaki.
Selain gaya dalam hal ini tergantung pada percepatan ayunan kaki yang baik. Percepatan ini tentunya didukung oleh kemampuan otot-otot. Pergelangan kaki degerakkan hingga posisi benat-benar ekstensi sehingga punggung kaki benar-benar berada di depan dan tentunya akan terdapat benturan pada bagian ini.
Tidak ada bagian lain yang dapat menunjang kekuatan tendangan, hanyalah kemampuan membangkitkan power yang cukup besar. Dimana persendian pinggul sebagai poros utama dan persendian lutut berfungsi sebagai tambahan.
5. Kinetika Linier
Dalam hal ini pengaruh yang diberikan tungkai kepada bola ditentukan sekali oleh kemampuan otot-otot penggeraknya. Disamping ayunan kaki belakang, ancang-ancang berlari merupakan pase yang berperan penting untuk mendapatkan saat yang tepat dalam membangkitkan kekuatan maksimal. Ancang-ancang yang terlalu jauh cenderung akan menimbulkan kelelahan otot, sehingga jarak 3-4 meter cukup efektif untuk memperoleh kecepatan terbaik untuk memperoleh saat yang tepat tersebut.
BAB III
PENUTUP
A. IMPLEMENTASI
Implikasi hasil analisa yang dilakukan ini mengkaji tentang implikasi secara fungsional anatomi dan biomekanika.
Secara anatomi, kemampuan menendang merupakan serangkaian gerakan yang dilakukan oleh kaki khususnya kaki kanan dalam melakukan tendangan terhadap bola dengantujuan tertentu. Dalam menendang, kekuatan menendang akan sangat membantu untuk mendapatkan kekuatan jalannya bola dan diharapkan juga mengarah pada sasaran. Dalam menendang bola, adalah kerja organ kaki yang meliputi persendia, tulang dan otot-otot. Persendian yang terlibat adalah sendi pinggul, sendi lutut dan pergelangan kaki. Ketiga sendi ini bergerak serentak dalam suatu rangkaian yang bersambung. Sedangkan otot-oto yang terlibat adalah kelompok otot-oto tungkai berupa gluteus maksimus, gleuteus minimius, qudriceps, hamstring, dan gastronocnimeus. Semua persendia ini dilibatkan secara bersamaan dan berantai dimana otot bagian paha sebagai penggerak diawal-awal gerakan yang selanjutnya oleh otot-toto betis.
Kajian anatomi membehas tentang efektifitas dan efisiensi gerak. Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa. Ancang-ancang yang terlalu jauh tidak cukup efektif untuk melakukan tendangan, tetapi ancang-ancang menjadi bagian yang sangat penting dalam, menendang bola. Menendang dengan menggunakan punggung bertujuan untuk mendapatkan tendangan yang kuat dan akura, dimana penapang kaki adalah tulang yang terbuat dari bahan yang keras sehingga hasilnya akan menghasilkan kekuatan yang besar, hanya saja dalam hal ini lebih hati-hati untuk menjaga agar jalannya bola dapat di kuasai.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, selain ancang-ancang untuk memperoleh kecepatan, kekuatan otot-otot menjadi bagian yang sangat penting dalam menghasilkan tendangan yang kuat. Oleh sebab itu dalam latihan dibutuhkan penguatan otot-otot tungkai khususnya quadriceps ekstensor sebagai penggerak gerakan ekstensi lutut yang menjadi subjek pelaku utama.
B. KESIMPULAN
1. Secara keseluruhan rangkai gerak dalam menendang sepenuhnya terpusat pada anggota gerak bawah atau tungkai.
2. untuk mendapatkan hasil menendang yang baik dibutuhkan suatu ancang-ancang untuk mendapatkan kecepatan yang membangkitkan power.
3. Dibutuhkan kekuatan otot-otot untuk menghasilkan kekuatan yang besar.
4. Penempatan kaki tumpu menjadi penentu arah jalannya bola, melambungkah, mendatarkah atau bergelinding.
C. SARAN
Dengan hasil analisi diatas maka disarankan;
1. Bagi pelatih sepak bola, dalam melatih kemampiuan menendang, selain melatih teknik disarankan melatih fisik terlebih pada peningkatan power tungkainya.
2. Pagi pemain sepakbola, untuk menendang bola hendaknya memperhatikan rangkaian teknik yan ada bengan mempertimbangkan nilai biomekanikanya.
3. Untuk dapat menjadi pemain sepakbola harus memiliki kemampuan menendang yang baik.
1. Analisa secara anatomi
Anallsa secara anatomi berarti membahas tentang gerakan tubuh manusia yang meliputi otot-otot dan persendian serta tulang-tulang. Dalam menendang anggota tubuh yang menjadi penggeran utama adalah anggota gerak bagian bawah yaitu tungkai. Sedangkan gerakan tangan hanya berayun untuk menjaga keseimbangan dan keserasian gerak. Akan tetapi tetap saja berkontraksi, terus hingga pada saat menapakkan kaki kiri tangan kiri diangkat seenaknya ke depan sedikit dengan ketiak terbuka dan tangan kanan berada di belakang.
Pada saar ancang-ancang, persendian bergerak dimulai dari fleksi dari persendian lutut dan panggul serta angkel kaki kanan yang terangkat ke atas. Sedangkan pada saat melurus di kaki kiri terjadi eketensi panggul, lutut dan engkel yang memberikan tolakan. Demikian seterusnya hingga pergantian langkah kaki.
Ketikan kaki kiri berhenti, maka akan terjadi penahanan berat badan pada kaki kiri, yang didukung oleh otot-otot hamstrings, quadriceps, gluteus dan gastronocmeus. Berat badan akan ditanggung seluruhnya oleh kaki kiri. Kaki kiri dalan menahan berat badan sedikit dibengkokkan agar mendapatkan jangkauan kaki kanan pada bola. Sehingga perkenaannya sesuai dengan yang diinginkan. Pandangan sebelun tendangan dikonsentrasikan ke bola sedangkan ketika hampir menyetuh bola lihatlah sasaran yang akan dituju.
Pada saat menendang bola dengan kaki kanan maka poros pertama persendian terdapat pada sendi pinggul. Lutut sedikit fleksi yang digerakkan oleh kelompok otot-otot hamstring yang juga ikut mengambl ancang-ancang dan sendi engkel lurus ekstensi yang dikontraksikan oleh otot-otot betis. Pada saat pergerakan menarik kaki tendang dari belakang yang bertugas adalah otot illiacus, anterior sup. Illi spine, tensor fasciae latae atau kelomponk quadricep extensor bagian froximal. Sedangkan saat ekestensi lutut digerakkan oleh rectus femoris, vastus medialis, vastus rateralis atau kelompok quadricep bagian distal.
Pada saat gerakan follow trough, otot-otot rileks dan menapakkan kaki seenaknya sebagai gerakan lanjutan untuk menghindari resiko cidera.
2. Kinematika Angular
Dalam melaksanakan tendangan bola dalam sepak bola akan kita jumpai perpindahan badan dari satu posisi ke posisi lain dimana terdapat perubahan kecepatan yang diwujutkan pada langkahan kaki. Kinematika angular kita jumpai pada sendi bahu yang menayunkan lengan seenaknya dan persendian pada panggul saat mengangkat kaki kedepan dan pada sendi lutut pada saat melangkahkan kaki untuk mendapatkan jangkauan kaki ke depan.
Pada gerakan ini rotasi pada sendi pinggul dapat mencapai satu putaran penuh (3600) dari mulai lepasnya kaku belakang dari tanah kemudian diayun keatas sehingga terjadi fleksi pada lutut, ayunan ke depan hingga sampai ke belakang kembali.
Ancan-ancangan ina bertujuan untuk memperoleh kecepatan saat berlari hingga tiba di sisi bola yang dapat memberikan dukungan terhadap kekuatan.
Ayunan pada sendi elbow tidak memiliki sumbangan yang begitu baik untuk mendapatkan kekuatan tendangan hanya saja mengatur kestabilan tubuh.
3. Kinematika Linier
Rentang kaki tendang yang dimulai dari belakang hingga benturan dengan bola atau hiperekstensi, jika ditarik sudut yang berporos pada sendi pinggul sekitan 450, kemudian rentang sudut dari poros fleksi lutut mencapai 900. Sehingga jika digabungkan rentangan secara keseluruhan mencapai 1350. Perkenaan kaki dengan bola merupakan ajang terpenting menghasilkan kekuatan. Disini terdapat perpanjangan ruang gerak kaki yang dimulai dari persendian pinggul ang dilanjutkan dengan persendian lutut. Tentunya dengan ruang gerak inilah yang akan membangkitkan kecepatan pergerakan kaki dan akan dapat lebih meudah memperolah kekuatan kontraksi ototnya. Perpaduan kecepatan dan kekuatan inilah yang biasa disebut dengan power. Dengan demikian pulalah bahwa menendang bola dibutuhkan power otot-otot tungkai.
Kemampuan kaki belakang akan dapat membentuk sudut yang lebih besar, jika kelentikan pada sendi pinggul cukup besar. Tangan ddalam hal ini hanya menjaga keseimbangan, dimana lengan kiri terangkat hingga sejajar dengan nahu yang merupakan kerja dari otot deltoid dan persendian glenohumeral. Tangan kanan kelihatan akan kebelakang sebagai upaya menjaga keserasian gerak dan koordinasi.
4. Kinetika Angular
Pada saat menendang bola akan kita jumpai poros persendian yang memungkinkan terjadi pada kinetika angular. Jalannya bola tergantung gaya yang diberikan oleh tekanan kaki. Kuat tidaknya tergantung pada gaya yang diberikan oleh kaki.
Selain gaya dalam hal ini tergantung pada percepatan ayunan kaki yang baik. Percepatan ini tentunya didukung oleh kemampuan otot-otot. Pergelangan kaki degerakkan hingga posisi benat-benar ekstensi sehingga punggung kaki benar-benar berada di depan dan tentunya akan terdapat benturan pada bagian ini.
Tidak ada bagian lain yang dapat menunjang kekuatan tendangan, hanyalah kemampuan membangkitkan power yang cukup besar. Dimana persendian pinggul sebagai poros utama dan persendian lutut berfungsi sebagai tambahan.
5. Kinetika Linier
Dalam hal ini pengaruh yang diberikan tungkai kepada bola ditentukan sekali oleh kemampuan otot-otot penggeraknya. Disamping ayunan kaki belakang, ancang-ancang berlari merupakan pase yang berperan penting untuk mendapatkan saat yang tepat dalam membangkitkan kekuatan maksimal. Ancang-ancang yang terlalu jauh cenderung akan menimbulkan kelelahan otot, sehingga jarak 3-4 meter cukup efektif untuk memperoleh kecepatan terbaik untuk memperoleh saat yang tepat tersebut.
BAB III
PENUTUP
A. IMPLEMENTASI
Implikasi hasil analisa yang dilakukan ini mengkaji tentang implikasi secara fungsional anatomi dan biomekanika.
Secara anatomi, kemampuan menendang merupakan serangkaian gerakan yang dilakukan oleh kaki khususnya kaki kanan dalam melakukan tendangan terhadap bola dengantujuan tertentu. Dalam menendang, kekuatan menendang akan sangat membantu untuk mendapatkan kekuatan jalannya bola dan diharapkan juga mengarah pada sasaran. Dalam menendang bola, adalah kerja organ kaki yang meliputi persendia, tulang dan otot-otot. Persendian yang terlibat adalah sendi pinggul, sendi lutut dan pergelangan kaki. Ketiga sendi ini bergerak serentak dalam suatu rangkaian yang bersambung. Sedangkan otot-oto yang terlibat adalah kelompok otot-oto tungkai berupa gluteus maksimus, gleuteus minimius, qudriceps, hamstring, dan gastronocnimeus. Semua persendia ini dilibatkan secara bersamaan dan berantai dimana otot bagian paha sebagai penggerak diawal-awal gerakan yang selanjutnya oleh otot-toto betis.
Kajian anatomi membehas tentang efektifitas dan efisiensi gerak. Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa. Ancang-ancang yang terlalu jauh tidak cukup efektif untuk melakukan tendangan, tetapi ancang-ancang menjadi bagian yang sangat penting dalam, menendang bola. Menendang dengan menggunakan punggung bertujuan untuk mendapatkan tendangan yang kuat dan akura, dimana penapang kaki adalah tulang yang terbuat dari bahan yang keras sehingga hasilnya akan menghasilkan kekuatan yang besar, hanya saja dalam hal ini lebih hati-hati untuk menjaga agar jalannya bola dapat di kuasai.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, selain ancang-ancang untuk memperoleh kecepatan, kekuatan otot-otot menjadi bagian yang sangat penting dalam menghasilkan tendangan yang kuat. Oleh sebab itu dalam latihan dibutuhkan penguatan otot-otot tungkai khususnya quadriceps ekstensor sebagai penggerak gerakan ekstensi lutut yang menjadi subjek pelaku utama.
B. KESIMPULAN
1. Secara keseluruhan rangkai gerak dalam menendang sepenuhnya terpusat pada anggota gerak bawah atau tungkai.
2. untuk mendapatkan hasil menendang yang baik dibutuhkan suatu ancang-ancang untuk mendapatkan kecepatan yang membangkitkan power.
3. Dibutuhkan kekuatan otot-otot untuk menghasilkan kekuatan yang besar.
4. Penempatan kaki tumpu menjadi penentu arah jalannya bola, melambungkah, mendatarkah atau bergelinding.
C. SARAN
Dengan hasil analisi diatas maka disarankan;
1. Bagi pelatih sepak bola, dalam melatih kemampiuan menendang, selain melatih teknik disarankan melatih fisik terlebih pada peningkatan power tungkainya.
2. Pagi pemain sepakbola, untuk menendang bola hendaknya memperhatikan rangkaian teknik yan ada bengan mempertimbangkan nilai biomekanikanya.
3. Untuk dapat menjadi pemain sepakbola harus memiliki kemampuan menendang yang baik.
SUNDULAN
Hasil sundulan Carles Puyol yang gagal dicegah oleh Kiper Neuer
telah menjadi buah bibir tidak hanya di Spanyol tetapi juga di berbagai belahan
dunia. Bagaimana mungkin seorang Puyol yang tingginya hanya sekitar 1,7 meter
adu sundulan dan menang melawan pemain Jerman yang lebih tinggi
seperti Marcell Jansen (190 cm) ataupun Per Mertesacker (196
cm). Apakah Puyol itu kemasukan roh Michael Jordan?
Ataukah ia seorang superman?
Menyundul dalam sepakbola merupakan hal yang biasa. Melalui sundulan orang
bisa mengumpan bola atau memasukkan bola dalam gawang lawan. Banyak
gol diciptakan melalui sundulan kepala. Masih ingat kan,
ketika Belanda
menyisihkan Brazil di arena Piala Dunia 2010, Sneijder secara
gemilang mencetak gol lewat sundulan kepalanya yang botak.
Menyundul tidak sesederhana orang bayangkan. Disini
beberapa konsep fisika memegang peranan penting. Seorang dapat menyundul bola
dan mengarahkan pada sasaran membutuhkan akurasi, daya dan pemanfaatan waktu
yang baik, karena ini melibatkan kecepatan dari bola yang datang dan
koordinasi dari kepala dan badan.
Ketika menyundul bola, orang dapat menyundul dengan tetap berada 1)
ditempat (berdiri atau melompat vertikal) atau 2) berlari sambil
melompat menyambut bola. Pada keadaan berlari, bola hasil sundulan akan bergerak
lebih cepat karena mendapat tambahan momentum dari gerakan orang yang menyundul itu. Besarnya
momentum yang diterima bola sangat tergantung pada ke elastisan bola dan
kekuatan otot tulang belakang ketika kita menyundul bola. Untuk membuat
sundulan sekuat mungkin, kepala harus ditarik kebelakang sebanyak mungkin
(badan melengkung), paha ditarik kebelakang dan lutut bengkok (lihat gambar). Pada posisi
ini terjadi keseimbangan aksi-reaksi, pemain tidak
terpelanting atau terputar dan kepala siap memberikan sundulan kuat ke
bola. Saat bola menyentuh kepala, tubuh harus setegar
mungkin agar lebih banyak energi dapat diberikan ke bola (gerakan otot dan urat
yang tidak perlu akan menyerap energi kita dan dapat mengurangi energi yang
diberikan pada bola).
Ketika menyundul bola, bola menyentuh kepala kita
dalam waktu relatif lebih lama (23 milidetik) dibandingkan waktu menyentuh
kaki ketika kita menendang bola (8 milidetik). Hal
ini memungkinkan kita untuk mengarahkan bola secara akurat ke arah
yang kita inginkan. Ini yang menyebabkan seorang Miroslav Klose lewat
sundulannya, mampu mengecoh kiper lawan.
Orang botak seperti Sneijder sering mendapat
keuntungan dalam menyundul bola (rambut gondrong akan menyerap sebagian energi
bola sehingga bola yang terpantul akan berkurang kecepatannya). Tetapi bukan
berarti orang gondrong tidak bisa menyundul keras. Si Gondrong Puyol atau Klose sering
memasukkan bola melalui sundulan kepalanya.
Nah sekarang kita lihat gol Puyol. Gol ini tercipta bukan kebetulan atau
spontan, tetapi gol ini telah direncanakan lewat perhitungan dan latihan yang
matang.
Sebelum
bertanding, Puyol sudah janjian dengan Xavi Hernandez untuk
menendang ke dekat titik putih setiap kali mendapat kesempatan sepak
pojok. Tidak mudah melakukan ini, butuh banyak latihan dan butuh
perhitungan fisika. Xavi 3 kali gagal melakukan ini dibabak pertama
pertandingan Spanyol melawan Jerman. Namun pada menit ke 73, Xavi berhasil
menempatkan bola dekat titik putih. Peluang Ini tidak disia-siakan oleh Puyol
yang berlari cepat kemudian melompat menyundul bola ke gawang Manuel
Neuer. Menurut perhitungan fisika kalau Puyol ingin melompat 40 cm
agar menang adu duel dengan gelandang Jerman yang rata-rata tingginya 190 cm
itu, maka puyol harus berlari dengan kecepatan
minimal 2,8 meter per detik. Dan ini yang ia lakukan!
Hasilnya adalah gol yang menghantar spanyol menjadi finalis Piala Dunia 2010.
(Yohanes Surya Rektor Universitas Multimedia Nusantara/Chairman Surya
Institute)
- See more
at:
http://blogs.itb.ac.id/ragil10205022/2011/06/16/analisis-sundulan-puyol-menurut-kaidah-fisika/#sthash.wqrkDJUd.dpuf
Pada umunya teknik ini
digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai
berikut :
- Badan menghadap sasaran di belakang bola.
- Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15
cm,
- ujung kaki menghadap sasara, lutut sedikit
ditekuk, kaki ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan, setelah terjadi
benturan dilanjutkan dengan Follow trow, (gerakan lanjutan)
- Menendang dengan kaki bagian luar
Pada umumnya teknik
menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek.
Analisis geraknya sebagai berikut:
- posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu
disamping belakang bola 25 cm, ujung kaki menghadap kesasaran, dan lutut
sedikit ditekuk.
- kaki tendang berada di belakang bola, dengan
ujung kaki menghadap kedalam
- kaki ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan
- Perkenaan bola tepat di punggung kakibagian luar,
dan tepat pada tengah (tengah bola)
- Gerakan lanjutan kaki tending diangkat
serong kurang lebih 45 derajat menghadap sasaran
- Menendang dengan punggung kaki
Pada umumnyamenendang
dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting. Analisis
gerakanya sebagai berikut :
- Badan dibelakang bola sedikit condong kedepan,
kaki tumpu diletakkan di samping bola dengan ujung kaki menghadap
kesasaran, kaki sedikit ditekuk.
- Kaki berada di belakang bola dengan punggung kaki
menghadap kedepan/sasaran
- Kaki tarik ke belakang dan ayunkan kedepan hingga
mengenai bola.
- Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki
penuh dsan tepat pada tengah – tengah bola.
- Gerakan lanjut kaki tending diarahkan dan di
angkat kearah sasaran.
Menghentikan bola
(stopping)
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Analisis gerakanya sebagai berikut :
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Analisis gerakanya sebagai berikut :
- Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
- Kaki tumpu mengarah pada boladengan lutut sedikit
ditekut
- Kaki penghenti diangkat sedikit deengan permukaan
bagian dalam kaki dijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola
- Bola menyentuh kaki persis dibagian dalam/mata
kaki
- Kaki penghenti mengikuti arah bola.
Untuk teknik
menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya
yaitu menggunakan Punggung kaki, Paha, Dada, serta Kepala apabila memungkinkan.
Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :
Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :
- Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi
menendang bola.
- Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak
ditarik kebelakang hanya diayunkan kedepan.
- Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola
disentuh/ didorong bergulir kedepan.
- Bola bergulir harus selalu dekatdengan kaki agar
bola dapat dikuasai
- Pada waktu menggiring bolakedua lutut sedikit
ditekuk untuk mempermudah penguasaan bola
- Pada saat kaki menyentuh bola, pendangan ke arah
bola dan selanjutnya melihat situasi kelapangan.
Jika anda menjadi kiper
kami akan menjelaskan cara cara menjadi kiper yang baik :
Penjaga gawang atau
sering disebut Kiper (dalam sepak bola) adalah salah satu posisi dalam berbagai
olahraga berkelompok seperti sepak bola, hoki dan polo air. Tugas seorang
penjaga gawang adalah mencegah bola masuk ke gawang. Penjaga gawang adalah
palang pintu terakhir bagi lawan sebelum memasukkan bola ke gawang. Penjaga
gawang harus memiliki:
- Insting terhadap lawan
- Refleks yang sempurna
- Bakat
Tanpa salah satu dari
tiga kriteria di atas, sulit untuk menjadi seorang penjaga gawang.
1. Reflek
Tiap orang pasti beda - beda refleknya, tapi menurut kami reflek bisa muncul dari kebiasaan, dan dari kebiasaan itu kita bisa reflek memposisikan diri saat 1 lawan 1 sama striker musuh.
2. Membaca Permainan Lawan
Kalau di futsal, kami biasanya stay still di belakang sambil agak nunduk... Biasanya dapet view pergerakan pemain lawan, jadi bisa teriak - teriak ngatur bek...
3. Fokus dan Ketenangan
Ngebaca permainan lawan bakalan susah kalo kita gak tenang gan, apalagi pas di counter,bisa mungkin tetap tenang sambil perhatikan posisi lawan,, agak susah emang,, ane biasanya panik duluan kalau kena counter
4. Stamina
Siapa bilang jadi kiper ga butuh stamina banyak? Menurut kami yg paling nguras tenaga kiper itu teriak teriak ngatur defendernya Kalau stamina udah kekuras
1. Reflek
Tiap orang pasti beda - beda refleknya, tapi menurut kami reflek bisa muncul dari kebiasaan, dan dari kebiasaan itu kita bisa reflek memposisikan diri saat 1 lawan 1 sama striker musuh.
2. Membaca Permainan Lawan
Kalau di futsal, kami biasanya stay still di belakang sambil agak nunduk... Biasanya dapet view pergerakan pemain lawan, jadi bisa teriak - teriak ngatur bek...
3. Fokus dan Ketenangan
Ngebaca permainan lawan bakalan susah kalo kita gak tenang gan, apalagi pas di counter,bisa mungkin tetap tenang sambil perhatikan posisi lawan,, agak susah emang,, ane biasanya panik duluan kalau kena counter
4. Stamina
Siapa bilang jadi kiper ga butuh stamina banyak? Menurut kami yg paling nguras tenaga kiper itu teriak teriak ngatur defendernya Kalau stamina udah kekuras
